Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Tumbuhan yang bisa dimakan saat kehabisan bekal

3
Selain beberapa hewan yang bisa dimakan saat kita kehabisan bekal di hutan, ada pula berbagai tumbuhan yang juga bisa kita konsumsi untuk bertahan hidup di dalam rimba belantara.

Jadi, kita bisa tetap tenang walaupun kehabisan bekal sembari berusaha untuk mencari jalan untuk pulang kembali ke rumah.

Kawan Argopuro, dibawah ini kami sajikan tumbuhan-tumbuhan yang bisa kita dapatkan saat berada di alam liar, antara lain:
Tumbuhan yang bisa dimakan saat kehabisan bekal
Jamur

 - Jamur
Karena ada berbagai jenis jamur beracun dan tidak beracun, maka sedapat mungkin kita bisa mengenali jamur yang tidak beracun agar aman untuk dikonsumsi, seperti Jamur kancing, jamur kuping, jamur tiram, jamur merang dll.

Sedangkan ciri-cirinya ialah sebagai berikut : warnanya tidak bervariasi biasanya hanya terdiri dari dua warna saja yaitu coklat dan putih, tidak bercincin di pangkal batangnya, tidak ada noda ketika di iris dan warnanya tidak berubah pada waktu dimasak.

- Ilalang
Tumbuhan ilalang adalah salah satu tumbuhan kering dan selalu kita temukan pada dataran yang gersang, cara memakannya ialah dengan mengambil akarnya kemudian mengunyahnya seperti halnya menghisap sari tebu, setelah kita merasakan manisnya lalu buanglah sepahnya. Rasa manisnya menjadi pengganti kandungan zat gula yang hilang dalam tubuh.

- Cantigi
Pilihan kita selanjutnya jatuh pada tumbuhan yang bernama Cantigi. Cantigi adalah jenis tumbuhan yang biasa tumbuh di puncak gunung. Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan dengan dimakan secara mentah mulai buah hingga pucuk daunnya yang masih muda.

- Rotan
Sebagai salah satu tumbuhan berduri, Rotan banyak kita temukan pada areal-areal hutan di Indonesia, selain digunakan untuk alat-alat kerajinan, ternyata rotan juga bisa kita konsumsi sebagai bahan makanan yaitu dengan membakar batangnya pada perapian, setelah itu batang rotan matang akan berbentuk kenyal, cukup setelah matang keluarkan isinya dan siap santap.

Buah rotan dengan bentuk kecil berwarna kekuningan yang masih muda juga aman untuk dimakan, dan berhati-hatilah dengan duri yang terdapat pada batangnya karena akan terasa cukup perih jika terkena tubuh kita.

- Selada air
Kalau pada pegunungan Argopuro, kita bisa mendapatkan selada air salah satunya berada pada sungai kolbu Savana Cikasur, kita bisa memetik dan membersihkannya terlebih dahulu kemudian merebusnya hingga matang. Sayuran ini sangat nikmat sebagai pelengkap hidangan, atau langsung dimakan dengan garam.

- Padi Liar
Tumbuhan yang bisa dimakan saat kehabisan bekal
Padi Liar
Tumbuhan ini biasa tumbuh ditepian sungai dan cukup mudah untuk dipetik, Padi liar hampir mirip dengan Padi yang biasa ditanam oleh para petani. tumbuhan ini bisa jadi pilihan saat berada di hutan untuk waktu yang agak lama, karena proses penyajiannya yang tidak instan.

- Bambu
Saat kehabisan bekal di alam liar alternatif makanan aman berikutnya adalah tumbuhan Bambu, saat kita menemukan rumpun bambu, maka segeralah cari tunasnya yang masih muda atau sebutan lainnya adalah Rebung, kupaslah secukupnya kemudian masak sampai matang dan siap disajikan.  

- Pisang 
Adalah buah-buahan yang cukup istimewa karena kaya akan nutrisi, biasanya pisang di hutan menjadi makanan monyet.

Namun jika kita tidak menemukan buahnya, maka kita bisa mengambil hati batang pohon pisang tersebut dengan cara membelahnya dan ambil batang paling tengah. Dapat langsung dimakan meskipun lumayan tawar. 

- Murbei
Murbei mempunyai bentuk permukaan hampir mirip dengan stroberi, dan hidup pada tempat yang bersuhu dingin, jika sudah matang rasanya manis kecut dan cukup segar. Dapat langsung dimakan dengan membersihkannya terlebih dahulu.

Itulah beberapa macam tumbuhan untuk membantu kita tetap survive meskipun kehabisan bekal saat berkelana dalam rimba.

Tapi agar terhindar dari kekurangan bekal, maka alangkah baiknya untuk memperhitungkan segala sesuatunya sebelum memulai berpetualang pada daerah hutan liar atau pegunungan.
Salam 3088 mdpl

Hewan yang bisa dimakan saat tersesat

0
Saat mendaki gunung biasanya kita sudah mempersiapkan secara matang dan penuh perhitungan terhadap medan yang akan kita kunjungi, namun jika dengan sangat terpaksa kita harus tersesat dihutan, maka perlu ada alternatif – alternatif yang harus kita persiapkan. Khususnya dalam hal makanan, ini menjadi sangat penting karena makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok agar kita tetap bisa bertahan hidup saat tersesat dihutan, dan dibawah ini terangkum beberapa hewan hutan yang bisa kita jadikan alternatif makanan untuk membantu kita bertahan hidup ditengah rimba belantara.
Ayam Hutan

1. Ayam hutan / Burung
Berbagai jenis burung dan ayam hutan bisa kita makan, dengan menangkapnya kemudian membakar atau memasaknya sesuai selera. Namun sebaiknya dihindari jenis burung pemakan bangkai, karena burung itu rasanya kurang enak.

2. Belalang
Pada beberapa Negara dan Daerah makanan ini biasa dijadikan makanan ringan berdasarkan rasanya yang cukup gurih setelah digoreng dengan bumbu yang sesuai. Ini artinya kita bisa memanfaatkan belalang sebagai asupan makanan alternative saat kehabisan bekal.

3. ikan
Sebagai penyuplai protein tinggi dan untuk menjaga stamina tubuh, ikan ini bisa menjadi pilihan utama sebagai bahan makanan saat dihutan, bisa ditemukan pada sumber – sumber air yang terdapat didalam hutan, sebagian kawan malah dapat memakannya dalam keadaan mentah, namun pilihan paling mudah bagi kita adalah dengan membakarnya kemudian mengkonsumsinya sesuai dengan kebutuhan.

4.  Larva Kumbang
Larva Kumbang atau sebagian orang menyebut “ulat kumbang” memiliki kehidupan pada batang kayu yang membusuk, hewan tersebut bisa dimakan dengan cara dipanggang atau dikukus terlebih dahulu.

5. Katak
Bagian yang berdaging tebal terletak pada kaki dan jangan lupa untuk mengulitinya terlebih dahulu sebelum disantap.

6. Kadal dan Ular
Kedengarannya hewan ini jijik untuk dimakan, namun  dalam keadaan darurat dan tidak ada pilihan lain hewan tersebut bisa juga dijadikan alternatif, untuk kadal daging yang baik untuk dimakan terletak pada ekor dan kaki belakang, sedangkan ular terlebih dahulu dipisahkan kepalanya karena disana adalah sumber berbahaya yang terdapat racun bisa dan gigitan.
Siput / Bekicot
7. Siput / Bekicot
Adalah hewan  yang cukup lunak dan biasa hidup ditempat yang lembab, bisa kita konsumsi dengan cara dikukus terlebih dahulu selama kurang lebih 10-15 menit, kemudian keluarkan dari cangkangnya lalu siap dinikmati.

8. Cacing Tanah
Cacing tanah cukup bergizi untuk penambah stamina saat tersesat, terdapat pada daerah basah. Dapat dimakan dengan cara dibersihkan terlebih dahulu sampai kotoran yang melekat hilang, kemudian bisa dimakan dalam keadaan mentah.

9. Lebah
Selain kita bisa menikmati madunya, seperti hal larva kumbang, lebah juga mempunyai larva yang bisa langsung dimakan, atau dengan cara diuapkan terlebih dahulu.    

10. Rayap
Rayap adalah salah satu jenis serangga yang memiliki sumber protein serta kandungan minyak yang tinggi pada tubuhnya, biasanya hidup pada kayu yang sudah rapuh. Hewan ini peka terhadap cahaya sehingga rayap cenderung memiliki kehidupan yang tersembunyi dari cahaya. Rayap juga dapat dimakan dalam keadaan mentah atau bisa dipanggang terlebih dahulu menggunakan wajan tanpa minyak. 

11. Laron
Hewan ini adalah siklus hidup daripada rayap, laron atau juga disebut anai-anai biasa keluar pada musim hujan dan waktu senja / malam hari, kegemarannya adalah mengerubuti lampu peneranganan sehingga kita bisa cukup mudah untuk menangkapnya, yaitu dengan menyediakan genangan air dibawah cahaya lampu yang kita gunakan, maka dalam waktu tidak lama akan banyak laron yang hinggap pada genangan air tersebut, setelah itu laron dapat kita sangrai seperti halnya rayap dan siap dimakan.

Hewan-hewan tersebut adalah sebagai alternatif saja, manakala dalam keadaan darurat kita kehabisan bekal saat berpetualang di alam bebas, maka pilihan diatas bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk bertahan hidup.

Daftar Peralatan Pendaki

0
Aktivitas pendakian saat ini semakin digemari dan menjadi tren masyarakat Indonesia dari anak kecil sampai kaum dewasa, tidak hanya dilakukan oleh anggota – anggota organisasi pecinta alam, semua kalangan dapat melakukan aktivitas tersebut, yang tentunya dengan berbagai macam maksud dan tujuan. Ada yang sekedar penasaran dengan pesona pemandangan yang mereka tonton pada televisi ataupun bioskop, ada pula dengan tujuan eksplorasi dan konservasi sebagai penunjang pendidikan mereka. Serta hal lain sesuai dengan niat dan tujuan masing – masing individu. Namun dari berbagai tujuan tersebut diatas tentunya ada suatu hal penting yang harus dipersiapkan, jadi naik gunung itu tidak hanya sekedar mencari pemandangan indah lalu klik tombol kamera untuk mengabadikan moment tersebut, tapi ada proses yang harus kita lalui dan persiapkan secara matang, khususnya tentang perlengkapan yang musti kita persiapkan dalam menemani kegiatan pendakian kita. Nah kalau pada post sebelumnya kita sudah membahas tips bagi pendaki pemula dengan berbagai tips umum dalam persiapan pendakian, sekarang kita akan fokus pada daftar peralatan pendakian yang akan kita persiapkan.
Pendaki Gunung (Dok sahabat: Arya Kusuma)

Dibawah ini adalah ceklis peralatan standart bagi  kawan yang siap melakukan pendakian:

1. Tenda
Tenda adalah peralatan yang harus dibawa, baik untuk individu maupun kelompok, berguna sebagai tempat istirahat atau berlindung saat kita berada ditengah hutan / gunung.

2. Matras
Berguna sebagai alas tidur atau istirahat dan berbagai kegiatan santai lain yang dilakukan dalam pendakian.

3. Kantong Tidur ( sleeping bag )
Sebagai pelindung tubuh kita saat beristirahat dan menjaga kita dari udara dingin sehingga kondisi tubuh kita bisa tetap hangat.

4. Tas Gunung / Ransel 
Tas Gunung menjadi peralatan yang wajib dipersiapkan karena berfungsi sebagai tempat barang yang akan kita bawa saat melakukan pendakian. Tas gunung disesuaikan dengan tubuh penggunanya serta berat barang bawaan yang akan dibawa dalam mendaki gunung.

5. Pakaian 
Membawa pakaian – pakaian ganti outdoor sesuai dengan kebutuhan / lama pendakian yang direncanakan, pilih pakaian yang nyaman dipakai selain bahan jeans sehingga kita bisa merasa ringan dan leluasa bergerak. 

6. Sandal atau sepatu khusus hiking
Sepatu khusus ini juga wajib dipersiapkan karena sudah di desain khusus untuk menghadapi medan rimba atau pegunungan, dan dipersiapkan sesuai dengan kualitas masing – masing sandal / sepatu tersebut.

7. Jaket
Tidak jauh fungsinya dari sleeping bag juga sebagai alat menjaga hangat tubuh dan bahannya yang tebal dapat melindungi tubuh dari bahaya ringan yang dapat menciderai tubuh kita.

8. Baju Hujan
Mengingat kondisi cuaca saat ini kurang bisa diprediksi, alangkah baiknya jika pendakian kita juga dilengkapi dengan baju / jas hujan. Dipakai bukan hanya pada saat datang hujan saja tapi 

9. Lampu atau senter
Mengingat medan yang akan kita lalui dalam kondisi gelap pada malam hari, maka alat penerang menjadi sangat penting, berbagai macam alat penerang yang bisa kita bawa diantaranya adalah senter dan lilin, menggunakan senter tempel dikepala (Headlamp) lebih membuat kita leluasa bergerak dari pada senter genggam.

10. Parang / Golok
Bawalah parang / golok yang ringan untuk menebas berbahan anti karat dan terbuat dari baja, untuk membuka jalan pendakian sewaktu diperlukan, sekaligus untuk melindungi diri dari berbagai bahaya hewan buas.

11. alat memasak
Disamping membawa makanan siap saji, kita harus membawa alat memasak untuk menyiapkan makanan karena digunung tidak tersedia rumah makan.

12. Bahan Makanan
Kebutuhan yang paling utama ialah makanan, bawalah makanan yang bergizi tinggi dan mengandung kalori, buah-buahan yang banyak mengandung air.

13. Obat – obatan
Untuk berjaga – jaga dari serangan penyakit saat berada digunun, juga perlu dipersiapkan obat – obatan yang paling tidak sebagai pertolongan pertama sebelum kita mendapatkan penanganan lanjutan dari tim medis.   

14. Alat Nagivasi
Karena berada ditempat yang baru sudah seharusnya kita mempersiapkan alat – alat penunjuk arah seperti halnya Kompas, Peta dan GPS.

15. Alat Komunikasi
Untuk berjaga – jaga agar kita kita tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga atau rekan yang lain, kita bisa menyediakan alat komunikasi seperti HT (Handy Talky) dan HP, tapi berhubung dipegunungan sangat jarang layanan provider, maka Handy talky bisa menjadi pilihan utama dalam berkomunikasi.

16. Kamera (opsional)
Sejak dunia dihubungkan oleh berbagai media sosial, alat yang terakhir ini sudah mulai menjadi wajib sebagai pelengkap pendakian kita untuk mengabadikan berbagai moment indah yang kita alami saat mendaki gunung   

Jadi, itulah alat-alat kelengkapan yang tidak boleh terlupakan saat kita berencana untuk mendaki gunung, dan ceklist diatas bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita saat melakukan pendakian. beberapa tambahan bisa dituliskan pada komentar. dan yang harus diutamakan adalah safety first ya.
Happy Climbing!!! 


Tips untuk pendaki pemula

0
Akhir – akhir ini  nampaknya pesona pegunungan sudah memiliki magnet tersendiri bagi kawan muda Indonesia,  entah mereka terinspirasi dari cerita pada film - film pendakian ataupun dengan tujuan explorasi dalam pendidikan mereka. 

Mengingat kita akan menghadapi the real rimba belantara serta destinasi pegunungan yang memiliki medan unik, maka sudah seharusnya kita benar – benar mempersiapkan diri dalam melakukan aktivitas pendakian tersebut. Lebih – lebih bagi kawan pemula yang notabene hanya memikirkan exsotisme pesona pegunungan tanpa memperdulikan bagaiamana cara melewati proses perjalanan berat tesebut, sungguh sangat disayangkan bukan? Awal mula niatnya adalah menikmati keindahan alam tapi yang  ada malah membahayakan diri - sendiri karena ke-kurang siapan kita.
Dokumentasi Milik sahabat Ahmad Bustomy

Tips-tips berikut setidaknya akan sangat bermanfaat bagi kawan pemula yang ingin melakukan pendakian pada gunung pujaan kita.

- Merencanakan Pendakian

Hal awal dalam melakukan setiap kegiatan ialah perencanaan, tak terkecuali juga pada aktivitas pendakian, rencana adalah hal yang sangat wajib, karena dengan rencana kita nantinya bisa menentukan lokasi, rute, jarak, waktu ataupun peralatan pendukung yang dibutuhkan waktu mendaki dan lain sebagainya.

- Persiapan mental yang tangguh dan fisik yang prima

Pastikan kita sudah bisa sanggup jauh dari ortu ataupun sang do’i barang 3 - 4 hari, atau bahasa kekiniannya yaitu kita sudah sanggup menahan kangen. Soalnya sangat menggangu sekali kan pada saat kita sudah berada puluhan kilometer ditengah hutan, tiba – tiba kitanya rindu kampung halaman dan ingin cepat – cepat pulang padahal belum sampai ditujuan. 

Dan ini lagi tentang fisik sudah mesti betul – betul dipersiapkan, misalnya dengan membiasakan olahraga jalan kaki, lari ringan setiap pagi dan sore itu akan cukup membantu untuk melenturkan otot-otot kita sehingga tidak kaget saat dibawa beraktifitas mendaki gunung.

- Menguasai medan

Ini sangat penting sekali bagi pemula dalam berpetualang di dalam rimba belantara, paling tidak ada 1 – 2 orang dalam satu kelompok yang benar -  benar mengerti tentang medan dan kondisi alam yang akan kita kunjungi, bagi pemula usahakan mendaki secara berkelompok disamping agar kita tidak kesepian, juga akan banyak ide – ide dari kawan lain saat ada suatu hal berbahaya dalam survival kita.

- Perlengkapan dan bahan makanan yang cukup
setelah perencanaan medan, rute, jarak, mengetahui kondisi alam yang matang maka saatnya kita untuk menyiapkan perlengkapan – perlengkapan yang perlu dibawa diantaranya adalah bahan makanan yang mengandung kalori, peta, tas khusus pendaki, pakaian ganti, baju hujan, lampu, alat – alat masak serta obat – obatan. 

Setelah itu kemudian dilakukan pemilahan untuk barang – barang yang ringan diletakkan pada bagian bawah tas, dan barang – barang berat berada pada bagian atas, fungsinya agar beban tas bawaan kita bertumpu pada pundak sehingga pinggang bisa leluasa bergerak ataupun melangkah 


- Mendapat ijin dari pos pendakian

Sangat penting sekali bagi kawan pendaki untuk melapor terlebih dahulu sebelum melakukan pendakian, sebagai bukti administrasi sekaligus kita sudah mengikuti standar tata tertib sebagai pendaki gunung dan apabila terjadi hal yang tidak di inginkan atau musibah maka pihak terkait akan dengan mudah untuk melakukan tindakan – tindakan pertolongan.

- Tidak meninggalkan bekas kecuali jejak

Dalam melakukan pendakian maka sudah seharusnya kita untuk tetap menjaga dan melestarikan alam yang kita kunjungi dengan tidak merusak lingkungan, tidak membakar hutan, mencorat – coret, menangkap hewan yang dilindungi ataupun membawa situs – situs peninggalan yang dilindungi pemerintah.  

Nah dari berbagai tips diatas, itulah yang akan menentukan kesuksesan kita saat perform di gunung, dan yang paling utama adalah jangan lupa untuk berdoa sesuai dengan keyakinan masing – masing sehingga kita diberi kelancaran dalam melakukan aktifitas pendakian.