Showing posts with label Kisah Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Kisah Inspiratif. Show all posts

Mengeksplore Wisata Argopuro 3088 kepada Masyarakat Indonesia

0
Inspirasi pagi ini.

Doi bernama Roni Bagus Setiawan dan Roby Nirwana.
Mengeksplore Wisata Argopuro kepada Masyarakat Indonesia
Mengeksplore Wisata Argopuro kepada Masyarakat Indonesia
Beberapa hari ini menjadi viral di media sosial berkat ketangkasannya dalam mengikuti event adventure dalam rangka HUT Kec. Sumbermalang-situbondo dan HUT Perhutani.

Diantara ratusan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, doi termasuk peserta termuda yang mampu menyelesaikan rintangan berat medan Adventure.

Event yang bertajuk "Pesona Cikasur" ini berlatar lereng pegunungan Argopuro, namun trek yang diambil tetap pada areal desa-desa penyanggah pada lereng gunung Argopuro bagian Situbondo dan tidak merusak jalan lintas pendakian Argopuro.

MEMERIAHKAN HUT KEC. SUMBERMALANG DAN PERHUTANI

Kegiatan tersebut diadakan oleh Panitia HUT Kec. Sumbermalang dan Perhutani dalam rangka mengeksplore Wisata Argopuro kepada Masyarakat Indonesia dan diharapkan bisa bersama-sama merasa memiliki dan ikut melestarikan Warisan Keindahan Alam Argopuro.

Big event yang diadakan pada tanggal 02 April 2017 ini start pada pukul 08.00 Wib dan selesai pada 15.00 yang diakhiri oleh hujan deras, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para peserta yang ingin turut serta memeriahkan Hari Jadi Kecamatan Sumbermalang dan Perhutani tersebut.

Pendakian menuju kematian - The North Face

0
dari segi judul saja sudah kebayang kan? gimana seremnya kalau kamu belum nonton filmnya, monggo browse atau cari dulu kemudian baca artikel ini, tampak gambar diatas adalah gunung Eiger pada pegunungan Alpin. latar filmnya ada pada tahun 1936. movie ini di sebar pada tahun 2008.

pemandangan sangat indah bisa kita amati pada gunung ini, woww... bisa dibayangkan gimana cara manjatnya? ada sensasi dingin pastinya
Pendakian menuju kematian - The North Face
Pegunungan Eiger
sahabat Argopuro... langsung point ajah ya...
Tersebutlah dua pendaki, dengan nama Toni Kurz sama Andi Hinterstoisser, adalah dua orang sahabat karib yang kemudian menjatuhkan pilihan untuk memanjat puncak gunung Eiger yang itu masih masuk dalam kategori  gunung perawan atau belum dikunjungi siapapun.

Puluhan bahkan ratusan pendaki yang mencoba naik kesana hanya seakan menyerahkan nasib kematiannya di gunung tersebut, nah betapa sulitnya ya untuk berjuang menggapai puncak gunung tersebut. 

rasa ragu mulai hinggap pada dua pendaki itu, entah mereka akan sukses atau tidak melaksanakan pendakian tersebut dan ternyata... awalnya pendakian mereka lancar jaya meskipun disertai dengan beberapa kejadian.

Mulai dari karung tas yang mereka bawa ternyata tanpa disadari sudah bolong dan kehilangan sepatu, ko ga' pake carier? iyah setting filmnya kan tahun 1936 atau sekitar 80 tahun yang lalu dari 2016 ini.

Tapi kemudian perjalanan itu mulai ada sedikit hambatan karena salah satu pendaki tim lawan mereka terluka terkena reruntuhan batu hingga beberapa saat kemudian dia pingsan mengetahui hal itu, toni memutuskan untuk menghentikan pendakian guna menolong teman yang pingsan tersebut untuk dibawa kembali kebawah.

Pendakian menuju kematian - The North Face
Rute klasik Gunung eiger
Tapi ternyata mereka sudah siap dihadang badai salju yang terus-menerus melanda sehingga para pendaki itu mulai kehabisan tenaga dengan seluruh tubuh, kaki dan tangan terasa membeku dan kecelakaan pun terjadi.

mereka terkena reruntuhan batu sehingga menyebabkan satu kawan tim austria mati terkena batu tersebut, beberapa kawan yang lain juga mati tertarik tali dan reruntuhan batu sebelumnya.

Merasa tidak cukup kuat untuk menahan beban tubuhnya dan tubuh lemah yang lain diputuskan andi memotong talinya, dia kemudian jatuh dengan mayat tim austria lainnya yang di penuhi dengan jeritan tangis andi.

Max si bocah ajaib sang inspirator

0
Bernama Nyoman Sakyarsih. ibu muda yang berkarir sebagai dokter hewan, barubaru ini ramai dibicarakan oleh netizen pada akun Instagram dengan kisahnya yang begitu menginspirasi yaitu mengenalkan pengetahuan tentang alam sejak dini kepada Putranya, Max.

Nyoman Sukyarsih membawa Max berkeliling malakukan pendakian melalui 15 gunung yang ada di Indonesia salah satunya termasuk Pegunungan Argopuro Jatim 3088.
Max si bocah ajaib sang inspirator
Max and Mom
di usia Max yang masih kurang dari 2 tahun, mungkin bagi para orang tua yang lain akan cukup merepotkan kalau membawa anak umur tersebut untuk melakukan pendakian, tapi itu tidak berlaku bagi Nyoman Sukyarsih.

Perempuan Muda yang lebih akrab dipanggil Nyomie ini selalu optimis dan senang hati mengajak putranya untuk menikmati keindahan puncak-puncak tinggi pegunungan Indonesia, sungguh suatu pengenalan dini yang sangat positif bagi anak sekecil Max.

dengan otak yang masih bersih dan indra yang tajam dia akan mulai mengingat bahwa ada moment-moment Indah dan bahagia yang terekam dalam file berkapasitas jutaan Terabits dan kemudian menjadi bahan inspirasi pada masa dewasanya nanti.

moment pendakian bersama putra tersayang kemudian dirangkum dalam sebuah akun Instagramnya yang bernama @nyomiez. dengan menggunakan panggilan sayang Mom dan Max, dia berhasil memikat dan menggugah inspirasi para followernya bersama putra tersayang Max. 

Itulah sekelumit perjalanan Mom and Max pada Pegunungan Hyang Argopuro 3088

Savana Besar Cikasur, 26-10-2014

2
Adalah mas Anggit - Ponorogo (Topi terbalik) tidak bisa berbahasa madura, dengan otomatis hanya bisa tersenyum simpul saat melihat kami tertawa, mungkin yang membuatnya tersenyum adalah karena kami terlihat lucu saat tertawa,
Savana Cikasur
Savana Besar Cikasur

Ayu (Kerudung coklat) begitu dia selalu dipanggil, entah siapa nama lengkapnya. orangnya ceria beberapa kali dengan dengan berapi-api memberi semangat saat kami berjuang melawan medan terjal lereng Argopuro.

Diyah (kerudung biru), walau katanya hampir pingsan saat naik di cemoro panjang, selalu memperlihatkan semangat 45 demi keingintahuannya pada savana cantik ini.

Gunawan (jaket sweeter), memiliki jam terbang tinggi untuk sekitaran lereng Argopuro juga berambisi untuk sikat habis selada air di sungai kolbu cikasur - katanya sih dengan membawa oleh-oleh selada air adalah sebagai bukti bahwa dia benar-sampai di Savana cikasur.

Saya Sendiri - Muhid (Rompi Ijo), meskipun pengalaman jauh dibawahnya mas Gunawan tanpa musyawarah mufakat langsung di daulat menjadi guide saat itu, tidak heran karena memang hanya saya yang tidak memiliki pasangan, jadi saya sengaja diminta menjadi penunjuk jalan. dan selebihnya tidak ada kelebihan yang saya miliki.

Setelah merasakan trek beratnya cemoro panjang (markandeng) dengan tanjakan berdebu setinggi betis orang dewasa akhir sampai di mata air 2, melakukan ritual pamit di "Penyonsonan" sambil meletakkan sebatang rokok akhirnya kami sampai di Alun-alun pertama,

Disini kami ambil dokumentasi sebentar kemudian melanjutkan perjalan. Tiba di alun-alun berikutnya kami sangat terkejut karena semua sudah berwarna hitam arang habis terbakar. 

Kamipun merasa was-was jangan-jangan sampai di savana cikasur kami juga akan mendapatkan hal serupa. namun ternyata kekhawatiran kami tidak terjadi karena sampai disana kami masih disambut rerumputan yang cantik meskipun sudah mulai mengering, beberapa kumpulan bunga pelangi sedap dipandang juga tak lupa turut mengobati rasa lelah selama perjalanan

Sesampainya di Savana besar Cikasur kegiatan pertama yang kami lakukan adalah membuka kembali bekal yang sudah kami persiapkan dari rumah.

Kami berlima duduk ditepian sungai kolbu dan dengan lahap mulai menikmati hidangan sederhana namun terasa sangat nikmat sambil diselingi canda-tawa renyah, apalagi saat itu kami lupa bahwa sambel tidak bisa melengkapi santapan, wah kenikmatan jadi berkurang 30%.
Savana Cikasur
Menuju Selada Air
Selepas acara makan-makan, kami mulai berpencar untuk menikmati kecantikan Cikasur, saya, Gunawan, dan Diyah memutuskan untuk terjun kesungai sembari memetik selada air, sedangkan dua orang teman lain tidak berani turun merasakan dinginnya air sungai kolbu.

Sayup-sayup kadang terdengar teriakan burung merak, dan yang paling mengejutkan ada tiba-tiba terdengar bunyi mesin  dan air yang cukup keras padahal itu hanya paduan suara daun cemara yang terkena angin sehingga menimbulkan suara-suara tersebut.
Savana Cikasur
Shelter Cikasur

sekian dulu sob, bersambung lain waktu...